🏆 KOMPETISI MADRASAH
OMI 2026 — IPS TERINTEGRASI
Jenjang MTs / SMP
40 soal • Pilihan Ganda & Pilihan Ganda Kompleks
Daftar Nomor Soal
<!DOCTYPE html>
<html lang="id">
<head>
<meta charset="UTF-8">
<meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0">
<title>Soal OMI 2026 - IPS Terintegrasi MTs</title>
<style>
.omi-wrap{font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;max-width:900px;margin:20px auto;color:#243044;line-height:1.75}
.omi-hero{background:linear-gradient(135deg,#0f766e,#14532d);color:#fff;padding:34px 28px;border-radius:20px;margin-bottom:22px;box-shadow:0 10px 28px rgba(0,0,0,.12)}
.omi-hero h1{margin:0 0 10px;font-size:30px;line-height:1.25}
.omi-hero p{margin:8px 0;font-size:15px}
.omi-note{background:#ecfdf5;border-left:5px solid #0f766e;padding:18px 20px;border-radius:12px;margin-bottom:24px}
.omi-section{background:#f8fafc;border:1px solid #e2e8f0;border-radius:16px;padding:18px 22px;margin:24px 0}
.omi-section h2{margin:0;color:#0f766e;font-size:22px}
.qcard{background:#fff;border:1px solid #e5e7eb;border-radius:16px;padding:22px;margin:18px 0;box-shadow:0 5px 16px rgba(15,23,42,.05)}
.qnum{display:inline-block;background:#0f766e;color:#fff;font-weight:700;border-radius:999px;padding:3px 11px;margin-right:8px}
.qtext{margin:12px 0 16px;font-size:16px}
.option{display:block;border:1px solid #dbe3ea;border-radius:10px;padding:11px 14px;margin:9px 0;background:#f8fafc}
.option strong{color:#0f766e}
.option:hover{background:#ecfdf5}
.statement{background:#f8fafc;border-radius:10px;padding:12px 16px;margin:10px 0}
.keybox{background:#fff;border:1px solid #cbd5e1;border-radius:14px;padding:18px;margin-top:16px}
.keygrid{display:grid;grid-template-columns:repeat(5,1fr);gap:8px}
.key{background:#f1f5f9;padding:8px;text-align:center;border-radius:8px;font-weight:700}
details{margin-top:18px}
summary{cursor:pointer;background:#0f766e;color:#fff;padding:12px 16px;border-radius:10px;font-weight:700}
.explain{padding:14px 16px;background:#f8fafc;border-radius:0 0 10px 10px}
.footer{text-align:center;color:#64748b;font-size:13px;margin:30px 0}
@media(max-width:600px){.omi-wrap{margin:10px}.omi-hero{padding:24px 18px}.omi-hero h1{font-size:24px}.qcard{padding:16px}.keygrid{grid-template-columns:repeat(3,1fr)}}
</style>
</head>
<body>
<div class="omi-wrap">
<div class="omi-hero">
<h1>SOAL OMI 2026 — IPS TERINTEGRASI</h1>
<p><strong>Jenjang MTs/SMP • 40 Soal</strong></p>
<p>Latihan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026</p>
</div>
<div class="omi-note">
<p>Berikut adalah <strong>40 Soal Latihan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 Bidang Sains IPS Terintegrasi Jenjang MTs/SMP</strong>.</p>
<p>Soal-soal ini disusun secara presisi berdasarkan <strong>Petunjuk Teknis (Juknis) OMI Tahun 2026 (Keputusan Dirjen Pendis No. 6843 Tahun 2026)</strong>, mengusung tema <em>"Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju"</em>. Karakteristik soal mencakup integrasi keislaman, ekoteologi/lingkungan, teknologi, budaya lokal, kurikulum berbasis cinta, serta keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS).</p></div>
<div class="omi-section"><h2>I. Pilihan Ganda (Nomor 1–35)</h2></div>
<div class="qcard" id="soal-1"><div><span class="qnum">1</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Dalam Surah Ar-Rum ayat 41, Allah SWT berfirman mengenai kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan tangan manusia. Dalam konsep geografi lingkungan dan ekoteologi, fenomena ini sangat erat kaitannya dengan alih fungsi lahan hutan mangrove menjadi kawasan industri pesisir. Dampak geologis-lingkungan paling signifikan yang mengancam wilayah pesisir akibat fenomena tersebut adalah...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Menurunnya tingkat salinitas air laut secara drastis</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> Meningkatnya risiko abrasi pantai dan intrusi air laut ke daratan</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> Terjadinya gempa bumi tektonik regional</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Menguatnya arus balik air laut (rip current)</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: B</strong><br>Pesisir mangrove berfungsi sebagai penahan gelombang laut dan penyaring intrusi air asin. Kerusakan mangrove menyebabkan erosi/abrasi pantai dan intrusi air laut ke daratan (Q.S. Ar-Rum: 41).</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-2"><div><span class="qnum">2</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Gunung Api Banda di Maluku Tengah merupakan bagian dari jalur Busur Banda. Aktivitas vulkaniknya menghasilkan tanah vulkanis yang subur dan sangat mendukung pertumbuhan tanaman pala (<em>Myristica fragrans</em>), komoditas utama perdagangan global abad ke-17. Konsep geografi yang paling tepat untuk menjelaskan keterkaitan antara bentang alam vulkanis dan sejarah perdagangan rempah ini adalah...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Konsep Keterjangkauan (<em>Accessibility</em>)</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> Konsep Interaksi dan Interdependensi</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> Konsep Interaksi Spasial Terintegrasi (<em>Spatial Association</em>)</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Konsep Morfologi Perairan</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: C</strong><br>Konsep Keterkaitan Ruang (<em>Spatial Association</em>) menjelaskan hubungan sebab-akibat antara abu vulkanik subur dan tumbuhnya komoditas pala yang memicu jalur perdagangan regional.</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-3"><div><span class="qnum">3</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Perhatikan koordinat dua kota di Indonesia berikut:
- Kota Padang: <span class="math">\(0^\circ 57' \text{LS}, 100^\circ 21' \text{BT}\)</span>
- Kota Jayapura: <span class="math">\(2^\circ 31' \text{LS}, 140^\circ 43' \text{BT}\)</span>
Apabila Azan Subuh di Kota Jayapura berkumandang tepat pada pukul 04.30 WIT, berdasarkan perbedaan garis bujur regional (WIB dan WIT), estimasi waktu berkumandangnya Azan Subuh di Kota Padang (WIB) pada hari yang sama secara astronomis adalah pukul...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> 04.30 WIB</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> 05.30 WIB</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> 04.11 WIB</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> 03.30 WIB</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: D</strong><br>Selisih waktu antara Jayapura (WIT / <span class="math">\(UTC+9\)</span>) dan Padang (WIB / <span class="math">\(UTC+7\)</span>) adalah 2 jam lebih lambat. Jika di Jayapura pukul 04.30 WIT, maka di Padang pukul <span class="math">\(04.30 - 2 \text{ jam} = 02.30\)</span> secara zona nominal, namun untuk Azan Subuh berbasis posisi bujur astronomis lokal Padang (<span class="math">\(100^\circ\text{BT}\)</span> vs standar WIB <span class="math">\(105^\circ\text{BT}\)</span>) selisihnya sekitar 1 jam dari Jakarta/WIB standar, sehingga waktu lokal Padang berada pada pukul 03.30 WIB.</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-4"><div><span class="qnum">4</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Fenomena <em>El Niño-Southern Oscillation</em> (ENSO) fase <em>El Niño</em> menyebabkan kekeringan berkepanjangan di sebagian besar wilayah Indonesia. Dalam perspektif ekoteologi Islam dan mitigasi bencana, tindakan preventif yang paling mencerminkan prinsip <em>khalifah fil ardh</em> (pengelola bumi) bagi masyarakat agraris adalah...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Mengubah seluruh lahan pertanian padi menjadi kawasan pemukiman</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> Membangun sistem pemanenan air hujan (<em>rainwater harvesting</em>) dan efisiensi irigasi Embung</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> Membiarkan lahan mengering hingga siklus hujan alami kembali</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Mengandalkan bantuan beras impor tanpa mengolah sumber pangan lokal</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: B</strong><br>Manusia sebagai <em>khalifah fil ardh</em> berkewajiban melakukan langkah adaptasi dan mitigasi alam, seperti membuat embung dan <em>rainwater harvesting</em> untuk mengatasi El Niño.</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-5"><div><span class="qnum">5</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Masyarakat suku Baduy Dalam di Banten menerapkan konsep <em>Pu'un</em> dan pikukuh adat yang melarang penggunaan teknologi modern, bahan kimia, serta pengubahan bentuk permukaan tanah. Jika ditinjau dari prinsip ekoteologi dan tata ruang lingkungan, kearifan lokal ini berfungsi utama sebagai...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Pembatasan akses ekonomi masyarakat luar</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> Upaya konservasi zona tangkapan air dan pencegahan degradasi tanah</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> Bentuk isolasi sosial dari interaksi antarbudaya</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Strategi komersialisasi pariwisata berbasis tradisi</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: B</strong><br>Pikukuh adat Baduy melarang eksplorasi berlebih untuk menjaga zona resapan air dan kelestarian ekosistem tanah hutan hulu.</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-6"><div><span class="qnum">6</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Pembentukan Subak di Bali yang mengatur distribusi air irigasi secara adil berlandaskan filosofi <em>Tri Hita Karana</em> (hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam). Prinsip distribusi air dalam Subak ini sejalan dengan ajaran Islam mengenai...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Konsumsi berlebihan (<em>Israf</em>)</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> Pengelolaan sumber daya milik publik (<em>Al-Musytarakah</em>) secara adil dan ramah lingkungan</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> Monopoli kepemilikan air (<em>Ihtikar</em>)</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Perdagangan hak guna air tanpa batas</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: B</strong><br>Sistem irigasi Subak mengaplikasikan alokasi air bersama (<em>Al-Musytarakah</em>) secara adil dan berkelanjutan demi kesejahteraan bersama.</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-7"><div><span class="qnum">7</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Danau Toba merupakan danau vulko-tektonik terbesar di Asia Tenggara yang terbentuk akibat erupsi supervolcano Kaldera Toba ribuan tahun lalu. Dampak erupsi tersebut terhadap geofisika global pada masa praaksara adalah...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Pemikiran global mengenai pemanasan global (<em>global warming</em>)</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> Terjadinya <em>volcanic winter</em> yang menurunkan suhu bumi secara drastis</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> Kenaikan permukaan air laut global secara cepat</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Terbentuknya daratan baru yang menghubungkan Asia dan Australia secara utuh</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: B</strong><br>Letusan Supervolcano Toba menyemburkan abu vulkanik massif ke atmosfer yang menutupi sinar matahari, memicu musim dingin vulkanis (<em>volcanic winter</em>) global.</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-8"><div><span class="qnum">8</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Perhatikan indikator kependudukan berikut:
<br><strong>1.</strong> Angka Kelahiran Kasar (CBR) mengalami penurunan pesat.
<br><strong>2.</strong> Proporsi penduduk usia produktif (15–64 tahun) mencapai lebih dari 68%.
<br><strong>3.</strong> Beban Ketergantungan (<em>Dependency Ratio</em>) berada pada titik terkecil.
Kondisi demografi di atas menunjukkan bahwa Indonesia sedang memasuki fase...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Transisi Demografi Tahap I</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> Ledakan Penduduk Unproductive</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> Bonus Demografi</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> <em>Depopulation Stage</em></div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: C</strong><br>Penurunan CBR dan dominasi usia produktif (15–64 tahun) hingga rasio ketergantungan rendah merupakan penanda fenomena Bonus Demografi.</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-9"><div><span class="qnum">9</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Pergeseran struktur masyarakat dari masyarakat agraris tradisional menuju masyarakat industri digital di era modern memicu perubahan pola interaksi sosial. Dalam pandangan Sosiologi, fenomena masyarakat urban yang cenderung individualistis dan diikat oleh hubungan kerja formalistis disebut...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> <em>Gemeinschaft by blood</em></div>
<div class="option"><strong>B.</strong> <em>Gemeinschaft of place</em></div>
<div class="option"><strong>C.</strong> <em>Gesellschaft</em> (Patembayan)</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> <em>Primary Group</em></div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: C</strong><br>Ferdinand Tönnies membagi masyarakat menjadi <em>Gemeinschaft</em> (Paguyuban/Tradisional) dan <em>Gesellschaft</em> (Patembayan/Urban-Industri berdasar ikatan kerja formal).</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-10"><div><span class="qnum">10</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Dalam kehidupan madrasah yang plural, para siswa diajarkan nilai <em>Tasamuh</em> (toleransi) dan <em>Tawazun</em> (seimbang). Ketika terjadi perbedaan pendapat antara dua kelompok organisasi siswa tentang pelaksanaan kegiatan ekstrakuriluker, dipilihlah jalan musyawarah yang dihadiri oleh pihak guru pembina sebagai pihak ketiga yang memberikan keputusan mengikat. Bentuk akomodasi sosial tersebut dinamakan...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Konsiliasi</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> Arbitrase</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> Mediasi</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Ajudikasi</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: B</strong><br>Bentuk penyelesaian konflik melalui pihak ketiga yang ditunjuk dan keputusannya bersifat mengikat dinamakan Arbitrase.</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-11"><div><span class="qnum">11</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Fenomena penyebaran informasi palsu (<em>hoax</em>) dan ujaran kebencian melalui platform media sosial dapat merusak integrasi sosial bangsa. Berdasarkan teori Sosiologi Komunikasi, solusi preventif berbasis Kurikulum Berbasis Cinta yang paling efektif di lingkungan pendidikan adalah...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Menghentikan seluruh akses internet bagi pelajar di madrasah</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> Mengembangkan literasi digital berbasis etika komunikasi Islam (<em>Qaulan Sadidan</em>)</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> Memberikan sanksi pidana langsung kepada siswa yang salah mengutip berita</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Menutup seluruh akun media sosial milik madrasah</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: B</strong><br>Penguatan etika digital Islami (<em>Qaulan Sadidan</em> - perkataan yang benar) merupakan langkah kuratif-preventif terbaik dalam membentengi siswa dari disinformasi.</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-12"><div><span class="qnum">12</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Seseorang yang lahir dari keluarga miskin di perdesaan berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi di UIN melalui beasiswa Beasiswa Bidikmisi/KIP-Kuliah, hingga akhirnya menjadi seorang peneliti terkemuka di lembaga riset nasional. Bentuk mobilitas sosial yang dialami oleh individu tersebut adalah...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Mobilitas Sosial Horizontal Antargenerasi</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> Mobilitas Sosial Vertikal Naik (<em>Social Climbing</em>) Intragenerasi</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> Mobilitas Sosial Vertikal Turun (<em>Social Sinking</em>)</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Mobilitas Geografis Non-Permanen</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: B</strong><br>Peningkatan status sosial seseorang dari kurang mampu menjadi peneliti sukses dalam masa hidupnya dinamakan Mobilitas Vertikal Naik Intragenerasi.</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-13"><div><span class="qnum">13</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Perhatikan ilustrasi berikut:
Di sebuah kota heterogen, terjadi perselisihan antarwarga akibat salah paham kebudayaan. Tokoh agama dan tokoh adat setempat kemudian berkumpul mengadakan dialog budaya dan doa bersama untuk meredakan ketegangan. Proses sosial ini mengarah pada terbentuknya...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Amalgamasi</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> Akomodasi</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> Asimilasi struktural</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Oposisi terbuka</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: B</strong><br>Usaha meredakan ketegangan dan mencapai kestabilan sosial tanpa menghilangkan identitas masing-masing dinamakan Akomodasi Sosial.</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-14"><div><span class="qnum">14</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Perkembangan e-commerce dan financial technology (fintech) di era digital mengubah pola konsumsi masyarakat muslim modern. Perilaku membeli barang secara berlebihan hanya untuk memamerkan status sosial di media sosial tergolong tindakan sosial...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Rasional Instrumental</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> Rasional Berorientasi Nilai</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> Afektif / Irrasional Konsumtif</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Tradisional Kontemplatif</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: C</strong><br>Tindakan membeli barang hanya demi gengsi/pamer tanpa dorongan pertimbangan fungsi rasional tergolong tindakan sosial afektif/irrasional.</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-15"><div><span class="qnum">15</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Syarat utama terjadinya interaksi sosial menurut Sosiologi adalah adanya kontak sosial dan komunikasi. Manakah di bawah ini yang merupakan contoh dari <strong>kontak sosial sekunder tidak langsung</strong>?</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Guru berjabat tangan dengan siswa saat menyapa di gerbang madrasah</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> Dua kepala negara berdiskusi secara langsung dalam konferensi tingkat tinggi</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> Seorang peserta OMI berkirim pesan tertulis melalui aplikasi WhatsApp kepada panitia</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Penjual dan pembeli melakukan tawar-menawar harga di pasar tradisional</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: C</strong><br>Kontak sosial sekunder tidak langsung terjadi apabila interaksi dilakukan melalui perantara media/teknologi tertulis (seperti aplikasi perpesanan/WhatsApp).</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-16"><div><span class="qnum">16</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Pada era modernisasi, terjadi kecenderungan konsumerisme di kalangan remaja. Ajaran Islam mengajarkan pola hidup sederhana (<em>Zuhud</em>) dan melarang sikap mubazir. Dalam konsep Ekonomi, tindakan menghindari mubazir ini sejalan dengan prinsip...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Memaksimalkan kepuasan tanpa batas anggaran</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> Efisiensi alokasi sumber daya (<em>Opportunity Cost</em>) dan pemenuhan kebutuhan berdasarkan skala prioritas</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> Mengonsumsi barang-barang mewah untuk meningkatkan daya saing</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Menimbun barang saat harga rendah untuk spekulasi</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: B</strong><br>Sikap efisiensi, tidak mubazir, dan penyusunan kebutuhan berdasarkan skala prioritas sejalan dengan konsep <em>Opportunity Cost</em> dan alokasi efisien.</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-17"><div><span class="qnum">17</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Suatu madrasah mendirikan Koperasi Siswa yang menjual perlengkapan sekolah dan makanan halal bersertifikat. Laba dari usaha tersebut dibagikan kembali kepada anggota dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU) secara proporsional. Prinsip ekonomi yang melandasi kegiatan koperasi ini berakar pada nilai Islam, yaitu...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Riba dan Maisir</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> Ta'awun (Tolong-menolong) dan Keadilan Ekonomi</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> Gharar dan Monopoli</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Tadlis dan Ikhtikar</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: B</strong><br>Koperasi berasaskan gotong royong dan keadilan sosial, yang sangat selaras dengan prinsip <em>Ta'awun</em> (tolong-menolong) dalam ekonomi syariah.</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-18"><div><span class="qnum">18</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Perhatikan tabel penawaran dan permintaan barang X berikut:
- Pada tingkat harga <span class="math">\(P\_1 = \text{Rp}10.000\)</span>, jumlah barang yang diminta <span class="math">\(Q\_d = 100\)</span> unit, jumlah barang yang ditawarkan <span class="math">\(Q\_s = 20\)</span> unit.
- Pada tingkat harga <span class="math">\(P\_2 = \text{Rp}15.000\)</span>, jumlah barang yang diminta <span class="math">\(Q\_d = 60\)</span> unit, jumlah barang yang ditawarkan <span class="math">\(Q\_s = 80\)</span> unit.
Berdasarkan data tersebut, kondisi pasar pada saat harga <span class="math">\(P\_1 = \text{Rp}10.000\)</span> mengalami...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Ekuilibrium (Keseimbangan Pasar)</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> <em>Excess Supply</em> (Kelebihan Penawaran) sebesar 60 unit</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> <em>Excess Demand</em> (Kelebihan Permintaan) sebesar 80 unit</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Kenaikan harga secara otomatis oleh pemerintah</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: C</strong><br>Pada harga <span class="math">\(P = \text{Rp}10.000\)</span>, jumlah permintaan <span class="math">\(Q\_d = 100\)</span> unit sedangkan penawaran <span class="math">\(Q\_s = 20\)</span> unit. Terjadi kelebihan permintaan (<em>Excess Demand</em>) sebesar <span class="math">\(100 - 20 = 80\)</span> unit.</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-19"><div><span class="qnum">19</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Dalam transaksi keuangan syariah, akad jual beli di mana barang diserahkan secara langsung sedangkan pembayaran dilakukan secara berangsur-angsur dengan tingkat keuntungan (<em>margin</em>) yang telah disepakati bersama antara penjual dan pembeli dinamakan...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Akad Mudharabah</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> Akad Murabahah</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> Akad Musyarakah</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Akad Ijarah</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: B</strong><br>Akad Murabahah adalah pembiayaan jual beli barang dengan menginformasikan harga perolehan plus margin keuntungan yang disepakati secara angsuran.</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-20"><div><span class="qnum">20</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Bank Indonesia (BI) menerbitkan instrumen mata uang digital (Central Bank Digital Currency / CBDC) dan mendorong perluasan penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) hingga ke sektor UMKM dan lembaga zakat/infaq. Dampak utama dari inovasi teknologi finansial ini terhadap efisiensi ekonomi nasional adalah...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Meningkatnya risiko pemalsuan uang kertas</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> Menurunnya kecepatan perputaran uang (<em>Velocity of Money</em>)</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> Mengurangi biaya transaksi (<em>transaction costs</em>) dan meningkatkan inklusi keuangan masyarakat</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Menghilangkan peran lembaga perbankan syariah</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: C</strong><br>Digitalisasi pembayaran (QRIS/CBDC) menekan biaya transaksi riil (<em>transaction cost</em>) dan mempermudah akses jasa keuangan secara luas (<em>financial inclusion</em>).</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-21"><div><span class="qnum">21</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Pemerintah menerapkan kebijakan insentif pajak dan subsidi bagi industri yang mengembangkan kendaraan listrik (<em>Electric Vehicle</em>) ramah lingkungan. Dalam analisis ilmu Ekonomi, kebijakan ini bertujuan untuk...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Mengurangi eksternalitas negatif akibat polusi emisi karbon</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> Menghambat pertumbuhan industri energi terbarukan</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> Meningkatkan ketergantungan impor bahan bakar fosil</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Membatasi persaingan usaha di sektor transportasi</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: A</strong><br>Subsidi kendaraan listrik ditujukan untuk mengurangi polusi udara (eksternalitas negatif dari emisi bahan bakar fosil).</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-22"><div><span class="qnum">22</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Pembayaran Zakat Maal (zakat harta) sebesar 2,5% dari simpanan emas atau uang yang telah mencapai nishab (<span class="math">\(85 \text{ gram emas}\)</span>) dan haul (<span class="math">\(1 \text{ tahun}\)</span>) dalam kerangka makroekonomi berfungsi sebagai instrumen...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Kebijakan Moneter Ekspansif</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> Redistribusi Pendapatan untuk Memperkecil Ketimpangan Ekonomi (<em>Gini Ratio</em>)</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> Pengendalian Nilai Tukar Rupiah</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM)</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: B</strong><br>Zakat berfungsi memindahkan sebagian harta dari kelompok mampu (<em>Muzakki</em>) ke kelompok kurang mampu (<em>Mustahik</em>) sehingga memperkecil jurang ketimpangan pendapatan (<em>Gini Ratio</em>).</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-23"><div><span class="qnum">23</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Masuknya Islam ke Nusantara melalui jalur perdagangan di kawasan pesisir (seperti Samudera Pasai, Malaka, dan Demak) berlangsung secara damai. Teori yang menyatakan bahwa Islam di Indonesia dibawa oleh para pedagang muslim dari wilayah Gujarat, India, pada abad ke-13 dikemukakan oleh...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Prof. Dr. Hamka (Teori Mekkah)</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> J. Pijnapel dan Snouck Hurgronje (Teori Gujarat)</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> Hoesein Djajadiningrat (Teori Persia)</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> N.J. Krom (Teori Waisya)</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: B</strong><br>Teori Gujarat yang dipelopori J. Pijnapel dan dipopulerkan Snouck Hurgronje menyatakan Islam masuk dari wilayah Gujarat/Cambay India.</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-24"><div><span class="qnum">24</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Kerajaan Samudera Pasai di Aceh menjadi pusat studi Islam dan jaringan perdagangan rempah di Selat Malaka pada abad ke-14. Bukti arkeologis tertua yang menandai keberadaan Kesultanan Islam ini adalah...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Prasasti Ciaruteun</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> Batu Nisan Sultan Malik As-Saleh bertarikh 696 H / 1297 M</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> Kitab Negarakertagama</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Candi Muara Takus</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: B</strong><br>Bukti tertua Kerajaan Samudera Pasai adalah nisan batu Sultan Malik As-Saleh yang wafat pada tahun 696 H (1297 M).</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-25"><div><span class="qnum">25</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Wali Sanga dalam menyebarkan ajaran Islam di Tanah Jawa menggunakan strategi akulturasi budaya tanpa merusak tatanan lokal. Sunan Kalijaga menggunakan media seni tradisional berupa...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Seni Kaligrafi Arab pada Batu Nisan</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> Pertunjukan Wayang Kulit dan Gending Jawa (<em>Tembang Ilir-Ilir</em>)</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> Pembangunan Benteng Pertahanan</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Penulisan Kitab Hikayat dalam Bahasa Sanskerta</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: B</strong><br>Sunan Kalijaga menggunakan kesenian wayang kulit dan gending Jawa sebagai media dakwah struktural-kultural yang efektif.</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-26"><div><span class="qnum">26</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Kebijakan <em>Sistem Tanam Paksa</em> (<em>Cultuurstelsel</em>) yang diberlakukan oleh Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch pada tahun 1830 di Hindia Belanda mewajibkan petani menanam komoditas ekspor. Dampak paling tragis dari kebijakan ini bagi masyarakat perdesaan di Jawa adalah...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Meningkatnya kesejahteraan petani secara drastis</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> Terjadinya kelaparan hebat di Demak dan Grobogan akibat terbengkalainya produksi padi</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> Pesatnya pembangunan infrastruktur pendidikan untuk rakyat bumiputra</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Penghapusan sistem kepemilikan tanah adat</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: B</strong><br>Kewajiban menanam tanaman ekspor menyebabkan lahan padi terbengkalai, memicu bencana kelaparan hebat di wilayah Demak dan Grobogan (1849–1850).</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-27"><div><span class="qnum">27</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Perlawanan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa (1825–1830) tidak hanya dipicu oleh pembangunan jalan Belanda yang melintasi makam leluhur di Tegalrejo, tetapi juga didasari oleh semangat perlawanan spiritual yang dikenal sebagai...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Perang Sabil (Jihad Fi Sabilillah)</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> Perang Gerilya Kemerdekaan</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> Gerakan Pasifisme</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Perang Asimetris Modern</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: A</strong><br>Pangeran Diponegoro memimpin Perang Jawa dengan seruan perang suci (<em>Perang Sabil</em>) menolak campur tangan Belanda di tanah Jawa.</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-28"><div><span class="qnum">28</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Tokoh Emansipasi Wanita dan Pahlawan Nasional dari Jepara yang memperjuangkan hak-hak pendidikan bagi perempuan bumiputra melalui surat-suratnya yang dibukukan dalam <em>"Door Duisternis tot Licht"</em> ("Habis Gelap Terbitlah Terang") adalah...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Cut Nyak Dhien</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> R.A. Kartini</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> Hj. Rangkayo Rasuna Said</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Dewi Sartika</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: B</strong><br>Raden Ajeng Kartini memperjuangkan emansipasi dan pendidikan wanita pribumi melalui kumpulan surat <em>Door Duisternis tot Licht</em>.</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-29"><div><span class="qnum">29</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Pendirian organisasi <em>Sarekat Islam</em> (SI) pada tahun 1911 di Surakarta oleh H.O.S. Tjokroaminoto dan H. Samanhudi pada awal berdirinya bertujuan untuk...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Melakukan pemberontakan bersenjata melawan pemerintah kolonial</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> Memajukan perdagangan pribumi serta membela kepentingan pedagang muslim dari persaingan pedagang asing</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> Menuntut kemerdekaan Indonesia secara instan dalam rapat parlemen</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Mendirikan partai politik berideologi sosialis murni</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: B</strong><br>Sarekat Dagang Islam (SDI) yang kemudian menjadi Sarekat Islam (SI) didirikan untuk melindungi serta memajukan pedagang muslim pribumi.</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-30"><div><span class="qnum">30</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Sumpah Pemuda yang dicetuskan pada tanggal 28 Oktober 1928 dalam Kongres Pemuda II di Jakarta memiliki arti penting dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia, yaitu...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Menandai dimulainya perjuangan bersenjata secara kedaerahan</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> Mengubah arah perjuangan dari sifat kedaerahan menjadi perjuangan persatuan nasional yang berlandaskan satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> Membentuk tentara keamanan rakyat pertama di Indonesia</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Menyetujui pembentukan negara federasi di bawah Persemakmuran Belanda</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: B</strong><br>Sumpah Pemuda 1928 meleburkan ikatan kedaerahan (Jawa, Sumatra, Sulawesi, dll.) menjadi gagasan persatuan tunggal Bangsa Indonesia.</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-31"><div><span class="qnum">31</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Laksamana Tadashi Maeda mengizinkan rumah kediamannya di Jalan Miyagidori No. 1 Jakarta digunakan oleh Soekarno, Mohammad Hatta, dan Ahmad Soebardjo untuk merumuskan Teks Proklamasi pada malam hari tanggal 16 Agustus 1945. Tokoh pemuda yang memetik/mengetik naskah proklamasi tersebut setelah mengalami perubahan dari tulisan tangan Soekarno adalah...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Sukarni</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> Sayuti Melik</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> B.M. Diah</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Chaerul Saleh</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: B</strong><br>Naskah proklamasi hasil ketikan Sayuti Melik disahkan dengan sedikit perubahan dari draf tulisan tangan Ir. Soekarno.</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-32"><div><span class="qnum">32</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Pada peristiwa Pertempuran Surabaya tanggal 10 November 1945, nilai-nilai keislaman dan nasionalisme berpadu kuat membakar semangat para pejuang. Tokoh pemuda yang mengumandangkan takbir <em>"Allahu Akbar!"</em> melalui siaran radio untuk membakar semangat rakyat Surabaya melawan sekutu adalah...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> KH. Hasyim Asy'ari</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> Bung Tomo (Sutomo)</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> Gubernur Soerjo</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Major Jenderal Sungkono</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: B</strong><br>Bung Tomo membakar semangat tempur pemuda Surabaya melintasi Siaran Radio Isyarat dengan pekikan Takbir pada pertempuran 10 November 1945.</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-33"><div><span class="qnum">33</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Fatwa dan Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Pimpinan Besar Nahdlatul Ulama, KH. Hasyim Asy'ari, pada tanggal 22 Oktober 1945 di Surabaya berisi tentang...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Kewajiban hukum (<em>Fardhu 'Ain</em>) bagi setiap muslim untuk membela tanah air dari pencerobohan penjajah</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> Larangan melakukan kontak diplomatik dengan negara asing</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> Perintah untuk membubarkan organisasi pergerakan pemuda</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Himbauan untuk menghentikan segala bentuk perlawanan fisik</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: A</strong><br>Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 menegaskan bahwa mempertahankan tanah air Indonesia dari agresor asing adalah hukumnya <em>Fardhu 'Ain</em> (wajib bagi setiap individu muslim).</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-34"><div><span class="qnum">34</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag tahun 1949 menghasilkan keputusan penting, salah satunya adalah penyerahan kedaulatan dari Belanda kepada Republik Indonesia Serikat (RIS). Tokoh diplomat ulung Indonesia yang memimpin Delegasi RI dalam KMB tersebut adalah...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Sutan Sjahrir</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> Mr. Mohammad Roem</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> Drs. Mohammad Hatta</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Mr. Kasman Singodimedjo</div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: C</strong><br>Drs. Mohammad Hatta bertindak sebagai Ketua Delegasi Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag tahun 1949.</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-35"><div><span class="qnum">35</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Konferensi Asia Afrika (KAA) yang diselenggarakan di Bandung pada tahun 1955 menghasilkan <em>Dasasila Bandung</em>. Peran aktif Indonesia dalam pencetus KAA ini mencerminkan pelaksanaan prinsip politik luar negeri Indonesia, yaitu...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> Politik Luar Negeri Pasif dan Isolasionalis</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> Politik Luar Negeri Bebas dan Aktif</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> Politik Luar Negeri Blok Timur</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Politik Luar Negeri Neokolonialisme
### <strong>II. Pilihan Ganda Kompleks (Nomor 36–40)</strong>
<em>Petunjuk: Pilih Kombinasi Jawaban yang Paling Tepat (A, B, C, atau D).</em></div>
<details><summary>Lihat pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: B</strong><br>KAA 1955 memprakarsai lahirnya Gerakan Non-Blok, bentuk konkret dari politik luar negeri Bebas dan Aktif Indonesia.</div></details>
</div>
<div class="omi-section"><h2>II. Pilihan Ganda Kompleks (Nomor 36–40)</h2><p><em>Petunjuk: Pilih kombinasi jawaban yang paling tepat (A, B, C, atau D).</em></p></div>
<div class="qcard" id="soal-36"><div><span class="qnum">36</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut mengenai fenomena pemanasan global (<em>Global Warming</em>) dan perspektif ekoteologi lingkungan:
<br><strong>1.</strong> Peningkatan konsentrasi gas rumah kaca (<span class="math">\(CO\_2, CH\_4\)</span>) di atmosfer memicu pemanasan global dan perubahan iklim ekstrem.
<br><strong>2.</strong> Konsep <em>Mizan</em> (keseimbangan) dalam Al-Qur'an mengajarkan agar manusia tidak merusak ekosistem dan menjaga kelestarian alam.
<br><strong>3.</strong> Deforestasi hutan tropis meningkatkan kemampuan bumi dalam menyerap emisi karbon secara optimal.
<br><strong>4.</strong> Program reboisasi dan penghijauan merupakan wujud nyata amal jariyah dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Pernyataan yang <strong>BENAR</strong> adalah...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> 1, 2, dan 3</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> 1, 2, dan 4</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> 2, 3, dan 4</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Semua pernyataan benar</div>
<details><summary>Lihat kunci & pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: B</strong><br>Pernyataan 1, 2, dan 4 benar. Pernyataan 3 salah karena deforestasi justru <strong>mengurangi</strong> (bukan meningkatkan) kemampuan bumi menyerap emisi karbon. |</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-37"><div><span class="qnum">37</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Perhatikan beberapa contoh fenomena sosial berikut:
<br><strong>1.</strong> Pembangunan jembatan antarpulau mempercepat arus distribusi barang dan jasa lokal.
<br><strong>2.</strong> Sikap primordialisme yang berlebihan dapat menghambat proses integrasi nasional.
<br><strong>3.</strong> Gotong royong membersihkan saluran air desa mencegah bencana banjir saat musim hujan.
<br><strong>4.</strong> Perilaku diskriminatif berdasarkan status sosial menguatkan rasa persaudaraan (<em>Ukhuwah</em>).
Berdasarkan contoh di atas, fenomena yang mendasari terbentuknya <strong>integrasi dan ketahanan sosial</strong> ditunjukkan oleh nomor...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> 1 dan 2</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> 1 dan 3</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> 2 dan 4</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> 3 dan 4</div>
<details><summary>Lihat kunci & pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: B</strong><br>Pernyataan 1 (aksesibilitas) dan 3 (gotong royong) menguatkan integrasi. Pernyataan 2 (primordialisme berlebih) dan 4 (diskriminasi) justru menghambat integrasi. |</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-38"><div><span class="qnum">38</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Berikut adalah faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran Kurva Demand (Permintaan) suatu barang di pasar:
<br><strong>1.</strong> Perubahan tingkat pendapatan masyarakat secara rata-rata.
<br><strong>2.</strong> Perubahan harga bahan baku pembuatan barang tersebut.
<br><strong>3.</strong> Perubahan selera dan tren gaya hidup konsumen.
<br><strong>4.</strong> Kemajuan teknologi dalam proses manufaktur produksi.
Faktor-faktor yang <strong>secara langsung menggeser Kurva Permintaan</strong> (bukan kurva penawaran) ditunjukkan oleh nomor...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> 1 dan 2</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> 1 dan 3</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> 2 dan 4</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> 3 dan 4</div>
<details><summary>Lihat kunci & pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: B</strong><br>Pernyataan 1 (pendapatan) dan 3 (selera) menggeser kurva permintaan (<em>demand</em>). Pernyataan 2 (harga bahan baku) dan 4 (teknologi) menggeser kurva penawaran (<em>supply</em>). |</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-39"><div><span class="qnum">39</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Perhatikan daftar pahlawan nasional dan perannya dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia berikut:
<br><strong>1.</strong> <strong>KH. Ahmad Dahlan</strong> – Pendiri organisasi Muhammadiyah yang bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan kesehatan.
<br><strong>2.</strong> <strong>Tuanku Imam Bonjol</strong> – Memimpin Perang Padri di Sumatra Barat melawan penjajahan Belanda.
<br><strong>3.</strong> <strong>Pangeran Antasari</strong> – Pemimpin perjuangan rakyat Kalimantan Selatan dalam Perang Banjar.
<br><strong>4.</strong> <strong>Sultan Hasanuddin</strong> – Raja Gowa dari Sulawesi Selatan yang dijuluki <em>"Ayam Jantan dari Timur"</em>.
Pasangan tokoh dan keterkaitan perjuangan yang <strong>TEPAT</strong> adalah...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> 1, 2, dan 3</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> 1, 3, dan 4</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> 2, 3, dan 4</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> Semua jawaban (1, 2, 3, dan 4) benar</div>
<details><summary>Lihat kunci & pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: D</strong><br>Seluruh pasangan tokoh dan peran/keterkaitannya (1, 2, 3, dan 4) adalah benar sesuai catatan sejarah nasional. |</div></details>
</div>
<div class="qcard" id="soal-40"><div><span class="qnum">40</span><strong>Soal</strong></div>
<div class="qtext">Perhatikan indikator kriteria pembangunan berkelanjutan (<em>Sustainable Development Goals / SDGs</em>) berbasis nilai keislaman dan lingkungan:
<br><strong>1.</strong> <em>Goal 13 (Climate Action)</em> – Melakukan aksi nyata tanggap terhadap perubahan iklim melalui pengurangan emisi limbah.
<br><strong>2.</strong> <em>Goal 12 (Responsible Consumption)</em> – Menerapkan pola konsumsi yang bijak dan tidak berlebih-lebihan (<em>La Tusrifu</em>).
<br><strong>3.</strong> <em>Goal 15 (Life on Land)</em> – Menghentikan laju degradasi lahan dan menjaga keanekaragaman hayati daratan.
<br><strong>4.</strong> <em>Goal 8 (Decent Work)</em> – Membuka lapangan kerja layak berlandaskan etika bisnis dan keadilan sosial.
Kombinasi sasaran SDGs yang <strong>sangat berorientasi pada pelestarian ekologi/lingkungan hidup (Ekoteologi)</strong> ditunjukkan oleh nomor...</div>
<div class="option"><strong>A.</strong> 1, 2, dan 3</div>
<div class="option"><strong>B.</strong> 1, 3, dan 4</div>
<div class="option"><strong>C.</strong> 2, 3, dan 4</div>
<div class="option"><strong>D.</strong> 1, 2, dan 4
## <strong>KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN SOAL OMI 2026 (IPS MTs)</strong>
### <strong>A. Kunci Jawaban Pilihan Ganda (1–35)</strong>
| <strong>No</strong> | <strong>Kunci</strong> | <strong>No</strong> | <strong>Kunci</strong> | <strong>No</strong> | <strong>Kunci</strong> | <strong>No</strong> | <strong>Kunci</strong> | <strong>No</strong> | <strong>Kunci</strong> |
| ------ | --------- | ------ | --------- | ------ | --------- | ------ | --------- | ------ | --------- |
| <strong>1</strong> | B | <strong>8</strong> | C | <strong>15</strong> | C | <strong>22</strong> | B | <strong>29</strong> | B |
| <strong>2</strong> | C | <strong>9</strong> | C | <strong>16</strong> | B | <strong>23</strong> | B | <strong>30</strong> | B |
| <strong>3</strong> | D | <strong>10</strong> | B | <strong>17</strong> | B | <strong>24</strong> | B | <strong>31</strong> | B |
| <strong>4</strong> | B | <strong>11</strong> | B | <strong>18</strong> | C | <strong>25</strong> | B | <strong>32</strong> | B |
| <strong>5</strong> | B | <strong>12</strong> | B | <strong>19</strong> | B | <strong>26</strong> | B | <strong>33</strong> | A |
| <strong>6</strong> | B | <strong>13</strong> | B | <strong>20</strong> | C | <strong>27</strong> | A | <strong>34</strong> | C |
| <strong>7</strong> | B | <strong>14</strong> | C | <strong>21</strong> | A | <strong>28</strong> | B | <strong>35</strong> | B |
### <strong>Pembahasan Ringkas Pilihan Ganda (1–35)</strong>
1. <strong>Jawaban: B</strong>
<em>Pembahasan:</em> Pesisir mangrove berfungsi sebagai penahan gelombang laut dan penyaring intrusi air asin. Kerusakan mangrove menyebabkan erosi/abrasi pantai dan intrusi air laut ke daratan (Q.S. Ar-Rum: 41).
2. <strong>Jawaban: C</strong>
<em>Pembahasan:</em> Konsep Keterkaitan Ruang (<em>Spatial Association</em>) menjelaskan hubungan sebab-akibat antara abu vulkanik subur dan tumbuhnya komoditas pala yang memicu jalur perdagangan regional.
3. <strong>Jawaban: D</strong>
<em>Pembahasan:</em> Selisih waktu antara Jayapura (WIT / <span class="math">\(UTC+9\)</span>) dan Padang (WIB / <span class="math">\(UTC+7\)</span>) adalah 2 jam lebih lambat. Jika di Jayapura pukul 04.30 WIT, maka di Padang pukul <span class="math">\(04.30 - 2 \text{ jam} = 02.30\)</span> secara zona nominal, namun untuk Azan Subuh berbasis posisi bujur astronomis lokal Padang (<span class="math">\(100^\circ\text{BT}\)</span> vs standar WIB <span class="math">\(105^\circ\text{BT}\)</span>) selisihnya sekitar 1 jam dari Jakarta/WIB standar, sehingga waktu lokal Padang berada pada pukul 03.30 WIB.
4. <strong>Jawaban: B</strong>
<em>Pembahasan:</em> Manusia sebagai <em>khalifah fil ardh</em> berkewajiban melakukan langkah adaptasi dan mitigasi alam, seperti membuat embung dan <em>rainwater harvesting</em> untuk mengatasi El Niño.
5. <strong>Jawaban: B</strong>
<em>Pembahasan:</em> Pikukuh adat Baduy melarang eksplorasi berlebih untuk menjaga zona resapan air dan kelestarian ekosistem tanah hutan hulu.
6. <strong>Jawaban: B</strong>
<em>Pembahasan:</em> Sistem irigasi Subak mengaplikasikan alokasi air bersama (<em>Al-Musytarakah</em>) secara adil dan berkelanjutan demi kesejahteraan bersama.
7. <strong>Jawaban: B</strong>
<em>Pembahasan:</em> Letusan Supervolcano Toba menyemburkan abu vulkanik massif ke atmosfer yang menutupi sinar matahari, memicu musim dingin vulkanis (<em>volcanic winter</em>) global.
8. <strong>Jawaban: C</strong>
<em>Pembahasan:</em> Penurunan CBR dan dominasi usia produktif (15–64 tahun) hingga rasio ketergantungan rendah merupakan penanda fenomena Bonus Demografi.
9. <strong>Jawaban: C</strong>
<em>Pembahasan:</em> Ferdinand Tönnies membagi masyarakat menjadi <em>Gemeinschaft</em> (Paguyuban/Tradisional) dan <em>Gesellschaft</em> (Patembayan/Urban-Industri berdasar ikatan kerja formal).
10. <strong>Jawaban: B</strong>
<em>Pembahasan:</em> Bentuk penyelesaian konflik melalui pihak ketiga yang ditunjuk dan keputusannya bersifat mengikat dinamakan Arbitrase.
11. <strong>Jawaban: B</strong>
<em>Pembahasan:</em> Penguatan etika digital Islami (<em>Qaulan Sadidan</em> - perkataan yang benar) merupakan langkah kuratif-preventif terbaik dalam membentengi siswa dari disinformasi.
12. <strong>Jawaban: B</strong>
<em>Pembahasan:</em> Peningkatan status sosial seseorang dari kurang mampu menjadi peneliti sukses dalam masa hidupnya dinamakan Mobilitas Vertikal Naik Intragenerasi.
13. <strong>Jawaban: B</strong>
<em>Pembahasan:</em> Usaha meredakan ketegangan dan mencapai kestabilan sosial tanpa menghilangkan identitas masing-masing dinamakan Akomodasi Sosial.
14. <strong>Jawaban: C</strong>
<em>Pembahasan:</em> Tindakan membeli barang hanya demi gengsi/pamer tanpa dorongan pertimbangan fungsi rasional tergolong tindakan sosial afektif/irrasional.
15. <strong>Jawaban: C</strong>
<em>Pembahasan:</em> Kontak sosial sekunder tidak langsung terjadi apabila interaksi dilakukan melalui perantara media/teknologi tertulis (seperti aplikasi perpesanan/WhatsApp).
16. <strong>Jawaban: B</strong>
<em>Pembahasan:</em> Sikap efisiensi, tidak mubazir, dan penyusunan kebutuhan berdasarkan skala prioritas sejalan dengan konsep <em>Opportunity Cost</em> dan alokasi efisien.
17. <strong>Jawaban: B</strong>
<em>Pembahasan:</em> Koperasi berasaskan gotong royong dan keadilan sosial, yang sangat selaras dengan prinsip <em>Ta'awun</em> (tolong-menolong) dalam ekonomi syariah.
18. <strong>Jawaban: C</strong>
<em>Pembahasan:</em> Pada harga <span class="math">\(P = \text{Rp}10.000\)</span>, jumlah permintaan <span class="math">\(Q\_d = 100\)</span> unit sedangkan penawaran <span class="math">\(Q\_s = 20\)</span> unit. Terjadi kelebihan permintaan (<em>Excess Demand</em>) sebesar <span class="math">\(100 - 20 = 80\)</span> unit.
19. <strong>Jawaban: B</strong>
<em>Pembahasan:</em> Akad Murabahah adalah pembiayaan jual beli barang dengan menginformasikan harga perolehan plus margin keuntungan yang disepakati secara angsuran.
20. <strong>Jawaban: C</strong>
<em>Pembahasan:</em> Digitalisasi pembayaran (QRIS/CBDC) menekan biaya transaksi riil (<em>transaction cost</em>) dan mempermudah akses jasa keuangan secara luas (<em>financial inclusion</em>).
21. <strong>Jawaban: A</strong>
<em>Pembahasan:</em> Subsidi kendaraan listrik ditujukan untuk mengurangi polusi udara (eksternalitas negatif dari emisi bahan bakar fosil).
22. <strong>Jawaban: B</strong>
<em>Pembahasan:</em> Zakat berfungsi memindahkan sebagian harta dari kelompok mampu (<em>Muzakki</em>) ke kelompok kurang mampu (<em>Mustahik</em>) sehingga memperkecil jurang ketimpangan pendapatan (<em>Gini Ratio</em>).
23. <strong>Jawaban: B</strong>
<em>Pembahasan:</em> Teori Gujarat yang dipelopori J. Pijnapel dan dipopulerkan Snouck Hurgronje menyatakan Islam masuk dari wilayah Gujarat/Cambay India.
24. <strong>Jawaban: B</strong>
<em>Pembahasan:</em> Bukti tertua Kerajaan Samudera Pasai adalah nisan batu Sultan Malik As-Saleh yang wafat pada tahun 696 H (1297 M).
25. <strong>Jawaban: B</strong>
<em>Pembahasan:</em> Sunan Kalijaga menggunakan kesenian wayang kulit dan gending Jawa sebagai media dakwah struktural-kultural yang efektif.
26. <strong>Jawaban: B</strong>
<em>Pembahasan:</em> Kewajiban menanam tanaman ekspor menyebabkan lahan padi terbengkalai, memicu bencana kelaparan hebat di wilayah Demak dan Grobogan (1849–1850).
27. <strong>Jawaban: A</strong>
<em>Pembahasan:</em> Pangeran Diponegoro memimpin Perang Jawa dengan seruan perang suci (<em>Perang Sabil</em>) menolak campur tangan Belanda di tanah Jawa.
28. <strong>Jawaban: B</strong>
<em>Pembahasan:</em> Raden Ajeng Kartini memperjuangkan emansipasi dan pendidikan wanita pribumi melalui kumpulan surat <em>Door Duisternis tot Licht</em>.
29. <strong>Jawaban: B</strong>
<em>Pembahasan:</em> Sarekat Dagang Islam (SDI) yang kemudian menjadi Sarekat Islam (SI) didirikan untuk melindungi serta memajukan pedagang muslim pribumi.
30. <strong>Jawaban: B</strong>
<em>Pembahasan:</em> Sumpah Pemuda 1928 meleburkan ikatan kedaerahan (Jawa, Sumatra, Sulawesi, dll.) menjadi gagasan persatuan tunggal Bangsa Indonesia.
31. <strong>Jawaban: B</strong>
<em>Pembahasan:</em> Naskah proklamasi hasil ketikan Sayuti Melik disahkan dengan sedikit perubahan dari draf tulisan tangan Ir. Soekarno.
32. <strong>Jawaban: B</strong>
<em>Pembahasan:</em> Bung Tomo membakar semangat tempur pemuda Surabaya melintasi Siaran Radio Isyarat dengan pekikan Takbir pada pertempuran 10 November 1945.
33. <strong>Jawaban: A</strong>
<em>Pembahasan:</em> Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 menegaskan bahwa mempertahankan tanah air Indonesia dari agresor asing adalah hukumnya <em>Fardhu 'Ain</em> (wajib bagi setiap individu muslim).
34. <strong>Jawaban: C</strong>
<em>Pembahasan:</em> Drs. Mohammad Hatta bertindak sebagai Ketua Delegasi Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag tahun 1949.
35. <strong>Jawaban: B</strong>
<em>Pembahasan:</em> KAA 1955 memprakarsai lahirnya Gerakan Non-Blok, bentuk konkret dari politik luar negeri Bebas dan Aktif Indonesia.
### <strong>B. Kunci Jawaban Pilihan Ganda Kompleks (36–40)</strong>
| <strong>No</strong> | <strong>Kunci</strong> | <strong>Pembahasan Singkat</strong> |
| ------ | --------- | ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- |
| <strong>36</strong> | <strong>B</strong> | Pernyataan 1, 2, dan 4 benar. Pernyataan 3 salah karena deforestasi justru <strong>mengurangi</strong> (bukan meningkatkan) kemampuan bumi menyerap emisi karbon. |
| <strong>37</strong> | <strong>B</strong> | Pernyataan 1 (aksesibilitas) dan 3 (gotong royong) menguatkan integrasi. Pernyataan 2 (primordialisme berlebih) dan 4 (diskriminasi) justru menghambat integrasi. |
| <strong>38</strong> | <strong>B</strong> | Pernyataan 1 (pendapatan) dan 3 (selera) menggeser kurva permintaan (<em>demand</em>). Pernyataan 2 (harga bahan baku) dan 4 (teknologi) menggeser kurva penawaran (<em>supply</em>). |
| <strong>39</strong> | <strong>D</strong> | Seluruh pasangan tokoh dan peran/keterkaitannya (1, 2, 3, dan 4) adalah benar sesuai catatan sejarah nasional. |
| <strong>40</strong> | <strong>A</strong> | Pernyataan 1 (<em>Climate Action</em>), 2 (<em>Responsible Consumption</em>), dan 3 (<em>Life on Land</em>) berfokus pada ekologi/lingkungan hidup. Pernyataan 4 berfokus pada ketenagakerjaan ekonomi. |</div>
<details><summary>Lihat kunci & pembahasan</summary><div class="explain"><strong>Jawaban: A</strong><br>Pernyataan 1 (<em>Climate Action</em>), 2 (<em>Responsible Consumption</em>), dan 3 (<em>Life on Land</em>) berfokus pada ekologi/lingkungan hidup. Pernyataan 4 berfokus pada ketenagakerjaan ekonomi. |</div></details>
</div>
<div class="omi-section"><h2>Kunci Jawaban 1–40</h2><div class="keybox"><div class="keygrid">
<div class="key">1: B</div>
<div class="key">2: C</div>
<div class="key">3: D</div>
<div class="key">4: B</div>
<div class="key">5: B</div>
<div class="key">6: B</div>
<div class="key">7: B</div>
<div class="key">8: C</div>
<div class="key">9: C</div>
<div class="key">10: B</div>
<div class="key">11: B</div>
<div class="key">12: B</div>
<div class="key">13: B</div>
<div class="key">14: C</div>
<div class="key">15: C</div>
<div class="key">16: B</div>
<div class="key">17: B</div>
<div class="key">18: C</div>
<div class="key">19: B</div>
<div class="key">20: C</div>
<div class="key">21: A</div>
<div class="key">22: B</div>
<div class="key">23: B</div>
<div class="key">24: B</div>
<div class="key">25: B</div>
<div class="key">26: B</div>
<div class="key">27: A</div>
<div class="key">28: B</div>
<div class="key">29: B</div>
<div class="key">30: B</div>
<div class="key">31: B</div>
<div class="key">32: B</div>
<div class="key">33: A</div>
<div class="key">34: C</div>
<div class="key">35: B</div>
<div class="key">36: B</div>
<div class="key">37: B</div>
<div class="key">38: B</div>
<div class="key">39: D</div>
<div class="key">40: A</div>
</div></div></div>
<div class="footer">© Latihan OMI 2026 • IPS Terintegrasi MTs/SMP</div></div></body></html>











